......8 tahun berlalu....telah 17 bulan engkau hilang disisi....hilang atau pergi atau dirampok orang...tak tahu yang pasti. Yang jelas saat ini engkau masih meninggalkan sisa bara asmara yang tetap menyala....
Bang Superman lokal, telah berubah wujud. Bak pangeran yang turun dari kudanya menolong gadis jelata......wuiih romantis banget namun bergitu jaim. Disapa dengan sopannya wanita berkerudung dan berbaju putih, maklum dinda seorang pertugas kesehatan. Kalau tukang bengkel pasti warna orange....jadi selaras dengan pekerjaan. Tapi kalau warna pink...kira kira apa yah?. Atau silver.....tapi apa ada warna seperti itu. Lho kok sapaanku tiada terjawab. Apa terlalu sopan sehingga nyaris tak terdengar karena disertai rasa grogi serta malu-malu kucing. Indikasinya jelas, pertama keringat mengucur deras meski cuaca mendung & berada dibawah pohon. Kedua, detak jantung dan irama getaran tangan serta lutut saling mengdahului, bagai angkot kota. Ketiga, mencari sesuatu atau bertanya sesuatu yang tidak perlu dicari dan dipertanyakan, misalnya sepatu saya mana? padahal sudah jelas terpakai. Atau kenapa bisa mendung? padahal jelas musim hujan sudah sebulan menjalankan aktivitasnya.
Sapaanku yang hangat kuulang lagi. Kali ini disertai dengan suara yang agak jelas. Ada rasa percaya diri yang kuat. Setelah nafas kutarik dalam dalam. Saking dalamnya terasa jelas perutku makin kembung. Namun entah kenapa telapak tangan ini basah dengan keringat. Masih kurang percaya diri rupanya. Harus diulang.....
Lho kenapa dinda tak menjawab. Malah matanya semakin terbelalak. Sudah bulat nampak makin jelas bulatan, terdiiri bulatan hitam ditengah dikelilingi warna putih. Kok tidak biru yaa...mungkin dinda orang Indonesia asli. Mulut berlahan terbuka, menampakkan gigi putih disertai ginsul. Aiiiih... manis banget. Apakah pesona wajah ini yang membuatnya begitu terkejut. Atau dinda tak menyangka pangeran menyapannya. Kata teman wajah hamba mirip Brat Pitt tersenyum sinis setelah wajahnya digilas dump truck kapasitas 200 ton. Lumayan daripada tidak sama sekali. Wajib diulang....
Kali ini disertai dengan doa bangun tidur dan doa sebelum makan. (salah satu doa yang kuhapal diluar kepala sejak taman kanak-kanak, yang lain tidak bisa). Dengan senyum berwibawa dan manis, serta suara yang jelas merdu. Paduka mengulang titahnya. Waduh....kok malah kening kirinya naik 1 oktaf, disertai gerakan kepala sedikit menyamping. Gerakan kepala membersitkan makna, titah paduka tak jelas. Maksud dinda mungkin suara paduka tak terdengar. Glek.....apa hamba terkena sidroma suara hilang. Bisa-bisa daku bisu. Tidak, tidak, hamba tak mau seumur hidup bercakap dengan mahluk manusia harus melalui tangan menari-nari. Mesti kuulang.....
Ampun.....tak jelas pula. Setelah semua kantongnya yang menyelimuti tangannnya diletakkan, sejajar dengan kedua kakinya yang berpijak sejak tadi diatas tanah. Jelas. Kalau tak sentuh tanah artinya....hantuuu. Telunjuk kanannya mengarah ke daerah kepala sekitar telinga. Apa maksudnya? Tidak jelas terdengar atau dinda tuli. Atau dinda tak punya alat pendengar, itu sebabnya dinda menutup rapat seluruh kepalanya dengan kain. Hanya wajahnya yang tidak. Jangan-jangan kepala juga plontos. tak ada sehelai rambut sedikitpun. Jadi kain itu hanya kamuflase untuk menghindari pemangsa yang lebih besar. Teringat petuah teman, ada alien yang suka memangsa manusia botak & tak bertelinga. Tak terbayangkan kalau ia menutup seluruh wajahnya dengan kain kecuali mata. Artinya seluruh organ dikepala hanya ada mata dan otak, itupun kalau dinda punya otak, yang lain polos tak bersisa. Ini tidak mungkin...pasti ada sesuatu yang keliru. Apa harus, wajib dan mesti kuulang lagi....
Kali tanpa ritual lagi, dengan jelas dan lantang, kurang lebih 7 oktaf. Dinda terkejut, ada indikasi shock. Belum tahukah wahai dinda...kalau Andre Vaparotti malu tampil saat hamba menghadiri dikonsernya di Wina. Jelas, karena ada ancaman teroris waktu itu menurut berita di televisi, padahal setahuku karena hamba tak bisa hadir.
Sesaat kemudian.
Telapak tangan dikembangkan seraya diangkat, lalau bergerak turun naik. Mirip polisi lalu lintas menyuruh memperlambat laju kendaraan. Tiba tiba gerakannya mengejutkan diriku sendir, hamba shock terpaku. Dinda bergerak mendekat, bergerak mendekatkan tubuhnya, hampir merapat ke tubuh hamba. Kurang dari sejengkal. Nafasku tertahan. Easy boy...stay cool please. Sambil tumitnya diangkat, mulut mengarahkan ketelinga hamba. Kurang dari 2 centimeter bro. Lalu berucap.....
"Maaf, tidak dengar", sahutnya.
"Terlalu bising", lanjutnya.
Mama mia...suaranya begitu lembut kalah dengan Glory Estefan, menenangkan bathin ini yang bergejolak sejak tadi. Wangi tubuhnya menghapus bau sampah yang tak jauh dari tempat kami. Hembusan angin dari rongga mulutnya memberi rasa sejuk di tubuh ini, kalah dengan ac dikantor yang sudah mulai rusak karena keseringan di servis. Hamba terhanyut hampi ke awan awan. Untung hamba segerap sigap dan menguasai diri. Ini berkat latihan tae kwon do semasa kuliah, setiap seminggu sekali. Meski jadwalnya hanya 3 kali seminggu yang mesti kuikuti. Segera hamba sadar, kalau kami berada disisi jalan yang macet. Hingga suara hamba tak terdengar, apalagi ada bengkel motor yang aktif membuang asap kendaraan servisan disertai bunyi yang nyaring.
Segera tangannya meraih lenganku, untuk bergerak meninggalkan dari tempat kami. Menjauh dari kebisingan. Tangannya begitu lembut menyentuh lengan ini, terasa ototku semakin besar & kuat. Mungkin karena sudah 2 minggu lebih hamba fitness di tempat milik sendiri, dengan setiap pagi dan sore selama 1 jam menimba air sumur, mengisi 2 ember kapasitas masing-masing 10 liter, lalu menuang kedalam bak mandi yang berjarak tidak kurang 2 meter dari sumur. Padahal dirumah kontrakan ada kran air PAM yang sambungannya terputus karena menunggak 2 tahun lebih. Hasilnya, otot lengan lebih kuat dari irisan tempe mentah yang rapuh itu. Hebaaaat.
Sambil melangkah kearah yang dinda tunjuk, kepala hamba tertunduk malu. Hamba begitu bangga, dalam jangka kurang dari 30 menit. Dinda menjadikan diriku orang terganteng, terhebat & terhormat. Namun dalam hati kecil ini hamba berdoa. Ibunda lindungi hamba dari godaan asmaraku yang begitu menggelegar. Jangan jadikan anakmu yang lugu ini menjadi orang yang lemah. Beri kekuatan...