Tuesday, June 16, 2009

Dulu...Dahulu


...Makassar, 24 Desember 2005, pukul 1.01 AM

pesan dari emailmu...


"....Sy sdh tidak tumpul, sekarang papa yang tumpul..."


...Makassar, 24 Desember 2005, pukul 2.02 AM
pesan dari emailmu...


"....Papa.....yang tadi itu mama tidak marah-marah, yang marah malah papa. tadi mama berpikir mungkin papa malu kalau ketahuan orang mama tidak tau, sampai-sampai suara papa pelan dan kalau mama bertanya papa malah marah-marah. Papa jangan khawatir mama tidak akan bikin malu lagi papa karena mama akan belajar bagaimana menggunakanfasilitas ini. I love papa..."


Matahari siang ini lumayan teriknya. Panasnya menembus pori pori hingga terasa melewati kulit terus hingga ke tulang. Harus cari yang dingin dan sejuk. Langkahku segera kupercepat, pantasnya disebut berlari kecil. Pintu keberangkatan tersisa 20 meter lagi. Terlalu luas bandara ini. Jarak dari sisi jalan tempat menurunkan calon penumpang saja ke gerbang ada 20 meter lebih. Itupun kalau ditarik garis lurus, nah kalau lewat 150 meter. Kemudian di hitung sudut deviasinya. Jadi tambah panjang deh. Akhirnya tambah keringat dan terengah-engah. Menambah bau badan semakin tajam. Keringat bercampur deodorant serta parfum, lalu dipanaskan dengan sinar matahari, selanjutnya bau badan original bercampur dengan hawa panas. Akan sangat khas. Antara bau hangus plus gak mandi plus wangi murahan. Cukup membuat sejumlah pramugari lunglai, lemas lalu pingsan. Tapi itu belum seberapa. Bagaimana kalau pilot & co-pilot.
Akhirnya tiba juga dipintu masuk terminal keberangkatan.

No comments:

Post a Comment

Masukkan alamat email anda dan nama lengkap