...mengenalmu lebih dalam bak menguak tabir lorong gelap, panjang, curam dan berliku. Sejuta malam kita lalui bak membawa lentera kecil menyusuri lorong gelap. Dan hanya kita berdua......
Bagai mengenal sudah lama, dinda lebih memahami situasi. Dengan sikap dewasa dan terhormat, dengan pelan ia menempatkan posisi tubuhnya, sejajar dengan sisi kiri badan ini. Lebih jauh....merapat...berusaha berjalan bersisian. Hamba terbawa ke alam Amor. Sebagai pria dewasa, mungkin juga, hamba tersanjung. Yang jelas ini kali pertama kenal dengan wanita, yang begitu menghargai lawan jenisnya namun tidak seronok. Elegan.
Matahari terasa bergeser, condong ke barat. Sedikit lebih rendah dari alis mataku. Kalau menurut ilmu geografis yang kupelajari selama ini. Waktu saat ini menunjukkan pukul 1.30 lewat. Itupun kalau tidak salah. Entah lewat berapa, mungkin kalau dilihat derajat deviasi, presisi dan akurasinya melenceng hanya 1 jam. Paling minim.
Tubuh kecilnya agak oleng, padahal sejumlah kantongan palstik berisi sebahagian telah berpindah dari tangannya. Berpindah ke tanganku, tak kurang 20 kilogram yang kubawah. Entah apa isinya kantongan yang kubawa, aku tak peduli. Yang terpenting kalau sikap ku kali ini dapat membuka jalan...membuka pintu hatinya yang sudah lama terkunci. Tapi kalau kuncinya hilang...bagaimana membukanya.
Kenapa mi...
ReplyDelete