Thursday, June 4, 2009

Semalam...dari sejuta malam yang terlalui

"...entah berapa malam kita lalui, terpikir sejenak bila ada semalam kembali dapat kita lalui bersama kembali.....walau itu tiada mungkin....namun biarkan sejenak itu berputar di alam khayal dan mimpiku..."

Sejenak mata kami beradu, ada sesuatu yang indah di dalam gelap bulatan hitam matanya. Sesuatu yang bergejolak senang namun duka yang dalam lebih besar membayanginya. Romatis juga rasanya. Walau sepersekian menit. Rasa itu begitu dalam mengena, wajah ini pasti bersemu merah karenanya. Makin nampak hitamnya jelas luka jerawat di sudut mataku. Atau justru tak nampak, karena bukan bersemu merah muda jika kulitnya sawo hangus. Tetapi makin hitam gosong bak panci. Dalam hati memaki kenapa sering keluar kantor lalu kena matahari akan hangus. Mesti setiap siang harus keluar, wajib sih masalahnya.
Cuaca agak bersahabat rupanya, mungkin pertanda Dewi Amor setuju akan rencana persengkongkolan dua insan manusia. Awan putih bergerak pelan, berkumpul menjadi satu. Pelan namun pasti, sekumpulan awan bergerak menutupi cahaya matahari. Maksud agar kami berdua tak kepanasan lagi. Firasatku mengatakan asmara ini berjalan dengan apa adanya. Matanya masih menatap dengan lembutnya, suara begitu lembut namun tak jelas apa kata2 yang keluar dari mulutnya. Hamba tersihir olehnya. Amboiii.

No comments:

Post a Comment

Masukkan alamat email anda dan nama lengkap