Can’t go on without you by my side
Hold on
Shelter come and rescue me out of this storm
And out of this cold I need someone
Searching for that one who is going to make me whole
Help me make these mysteries unfold
Hold onLightning about to strike in rain only on me
Hurt so bad sometimes it’s hard to breathe
And I would walk around this world to find her
And I don’t care what it takes no
WhyI’d sail the seven seas to be near her
And if you happen to see her
See tell her this from me
Michael Jackson/One More Change
....pagi hampir bergeliat, tiba dengan kokok ayam jantan, disertai jelaga merah di ufuk timur, bersama hawa dingin. Berlahan-lahan mentari merambat dengan hangatnya.....
Pelan selimut menyusut dari badan ini. Makin lama makin menjauh. Rasa dingin menyergap segera. Rasa itu tak mau beranjak pergi. Makin meringkuk makin dingin tiada tara. Sambil mata menutup, kedua kaki tanganku bergerak merayap. Mencari coverbad yang biasa kupakai tidur.
Namun tak juga dapat, meski hanya sisi tepi. Yang kudapat malah selembar telapak tangan lentik nan halus. Ada rasa kejut, meski kecil namun membuat mata ini segera membuka. Segera sebentuk wajah manis menyeruak kehadapanku. Kepala ini bergerak kebelakang sejenak sambi menyesuaikan pandangan mata yang kabur karena baru saja terjaga dari tidur. Sesaat kemudian wajah itu nampak mulai jelas. Wajah yang kukenal selama 8 tahun ini. Wajah rembulan, polos namun indah dihati ini. Segera itu pula sebuah kecupan manis mendarat dikening ini. Terasa dingin bibirnya beradu dengan nafasnya yang begitu hangat. Sehangat cintanya padaku. Lama terasa....seakan tiada hentinya. Tiba rasa itu bergerak pelan turun kewajah lalu ke leher. Berlahan rasa hangat segera menyelimuti tubuh ini. Sebuah pelukan, hangat terasa ganti menyerang tubuh ini. Seluruh tubuh ini terselimuti dengan pelukannya, yang tiada berbenang. Hati ini menjerit nyaring, mohon jangan kau lepas.
"Pa...sudah pagi sayang", sahutnya.
"Bangun yuk...ma buatkan teh manis kesukaan papa", sambungnya.
"Nanti mama yang mandikan papa", katanya.
"Mau kan...? sergahnya setengah bertanya.
Segera mata ini terbuka lebar. Kenapa tidak, hati kecil berteriak nyaring. Siapa takut. Meski ini hari minggu sekalipun. Tak terpikir oleh ku kalau air dikamar mandi begitu dinginnya. Segera badan ini bergerak untuk beranjak dari peraduan. Tapi tertahan dengan tubuhnya. Semakin berusaha melepas, semakin kuat pula badannya menindih. Ouw...maksudnya apa nih.
Hampir 30 menit berlalu.
Peluh bercucuran. Olahraga pagi kali ini sangat spesial. Tiada duanya. Antara penindasan dan pemaksaan yang tetap harus kulayani. Karena saya juga ingin.
Pelukannya tiada surut. namun perlahan melemah seiring matanya yang mulai sayu. Wajahnya menelungkup di bidang dadaku yang begitu tipis. Waktu berlalu. Entah berapa lama. Hamba terhanyut di pelukannya bersama mimpi. Tak kuingat lagi. Terakhir dentang jam dinding 7 kali samar-samar terdengar. Selanjutnya gelap......hamba terlelap diatas awan putih.