Dering telpon dikantor mengejutkan sang sekertaris. Perangkat dan teknologi baru kali ini menyulitkan untuk memperkecil suara telepon sentral. Segera diangkat gagang telepon, suara dari seberang menyebut dan memanggil namaku. Katanya dari Bank Mandiri, kartu kredit katanya.
Segera sang sekertaris memanggil namaku, sembari menutup dengan tangannya mic pada gagang agar tidak terdengar diseberang. Keningku segera naik, kok ada kartu kredit Mandiri. Padahal sudah dua tahun kututup. Serta merta kuraih gagang telepon tersebut sambil memberi kode pada sang sekertaris untuk melacak dan merekamnya.
" Selamat Ulang Tahun, buat besok katanya", sahut sang wanita, " ulang tahun buat kamu".
Aaah...engkau lagi. 21 bulan sudah usahaku melupakanmu. Membuahkan hasil, 8 bulan kehidupanku normal lagi.
Serta merta nomor hpnya ku catat dan kukirim segera sms yang padat. Sangat keras.
" Ass. Yang ulang tahun besok, sudah lama mati terkubur bersama anaknya yang telah dikeluarkan paksa dan dibuang dilubang wc. Cukup satu wanita yang dia kenal, sekarang dia juga sudah mati...Sampaikan salamnya dikuburan, didasar laut bacan. Terima kasih atas sumpah bohong dan kemunafikanmu selama bertahun2. Semoga kau masih ingat sumpahmu di wisma afod kamar 6. Wassalam dari yg mati bersama cinta sejati dan anak terakhirnya. "
Mengapa kau datang lagi....
No comments:
Post a Comment
Masukkan alamat email anda dan nama lengkap