Friday, November 18, 2016

Perjanjian Batal



“ Hari ini, yang ke tiga, hari yang kesekian kali suara itu memenuhi telinga dan mengisi hati ku…..
Ada banyak yang kata meluncur, tak tertahan, bendungan air mata jebol juga. “

Sepuluh tahun berlalu,
Hari ini libur, akhir pekan.  Bule kerap menyebut weekend, libur di akhir pekan.  Sebenarnya tidak banyak artinya, karena seperti biasanya.  Libur hanya beristirahat dari kegiatan rutin.  Melepas penat dan stress.  Dengan berselimut , memeluk bantal, bangun telat dan kalo bisa tidur sepanjang hari.

Tetapi tidak kali ini…

MOU sudah ditanda tangani, kami sepakat.  Hari ini adalah hari olahraga, bereskan rumah, mencuci  dan memasak.  Ini sama saja perbudakan, penjajahan, melanggar  Undang-undang, menindas hak hak orang yang istirahat.  Tapi apa boleh buat, perjajian sudah disepakati.
Seperti biasanya, selalu ada nada halus pembuka, persis ditelinga.  Disertai usapan lembut dikening, lalu punggung, lalu dikecup. Selanjutnya suara itu terdengar
“ Pa, sudah subuh…”, ucapnya.
“ Ayam sudah lebih dulu cari makan, masa papa kalah?!” lanjutnya.  Waduh, masa disamakan ayam. Bodoh amat, jawabku dalam hati.
“Reseki itu diturunkan di pagi hari….”, lanjut khotbahnya.  Ucappan semakin lembut, membuat tidur sedikit terganggu.  Bukan suara itu yang mengganggu.  Tapi nafas itu menghembus kebawah telinga, membuat tubuh merinding
“Kalo papa telat bangun...”,lanjutnya, nafas itu semakin membuat merinding.
“Nanti reski buat papa diambil ayam …” sambungnya , merinding dan mulai merangsang.  Si kecil sudah mulai menggeliat.
“Mau…,” sergahnya.  Kata mau itu disertai dengan wajah mendekat ke pipi.  Tak terasa dada itu merapat ke bibir. 

Hati berguman, kalo ini maulah.  Siapa yang nolak.  Ini yang disebut reski dipagi hari.  Kalo ini, hamba siap bangun dan membangunkan.  Rangsangan itu semakin meninggi.  Membuat suhu basal yang sudah naik menjadi lebih hangat.

“Badan papa hangat??”, tanyanya.  Kujawab dengan anggukan.
“Papa sakit?..” lanjutnya. Kepala kugelengkan ke kiri dan ke kanan sebagai pertanda tidak.
“ Ini pasti karena ac, papa tidak terbiasa tidur dengan suhu dingin seperti  ini…”, ujarnya.  Dengan cepat tangan kiri meraih romote ac diatas meja rias.  Kucoba menahan, tapi semua tangan tertahan.  Dia lebih sigap. Bagaimana tidak sigap, kalo separuh badannya sudah menindihku. Tangan kananku tertahan di dada kirinya.  Tangan kiri tertahan diantara kedua belah pahaku, tapi tertindih dengan pahanya.  Hanya bisa pasrah saat ac dimatikan.  Tetapi lebih baik menahan dan menikmati, reski pagi hari.

“Mama peluk yaa, jangan sakit sayang, jagoanku harus kuat”…ucapnya.

Lalu sebuah kecupan manis dikening, lalu berbisik mesra, “anak kita butuh papa yang kuat”….
Pelan kepala ini di tariknya kea rah dada. Bidang yang paling senang disemua bagian tubuhnya.  Hangat dan wangi buatku.

Kalo ini reski dipagi hari setiap pagi , di akhir pekan akan kulalui dengan cara ini.  Bidan sayangku, malaikat kecilku.  Tahukah kau kalo setiap pagi badan ini menghangat bila disentuh.  Tanda kelaki-lakian sudah siap perang.

Pelukan semakin erat, suhu mulai menghangat.  Suasana kamar semakin romantic, lampu padam tapi cahaya ufuk timur sudah mulai menjelajah kamar dari celah jendela.  Seperti bibir ini yang menjelajah dari ubun kepala hingga ubun lainnya.  Menjelajah di balik daster warna kesukaannya.   

Entah apa warna dasarnya, ungu, biru, merah maron, semuanya ada.

Hanya bisa pasrah setiap kecupan hangat ini mendera.  Hingga batas akhir.

Peluh dipagi hari, reski di pagi hari.

Perjanjian batal demi hukum.  Suara Salman berteriak memanggil Nani membersihkan lorong samping rumah kami tak hiraukan.  Tuan dan Nyonya senam pagi…..

Jam 10 berdentang, dering telepon fax di kamar berteriak.  Menyadarkan kami yang tertidur kelelahan.  Sayup terdengar suara dari gagang saat diangkatnya. 

“Kak Das menelpon….”, bisiknya.  Saya hanya mengangguk tanda patuh untuk diam. Tak lama telepon di tutup.

“Papa, antar mama ke balai kesehatan, ada pasien mau partus ",...tukasnya.

No comments:

Post a Comment

Masukkan alamat email anda dan nama lengkap